LAYARASPIRASI.COM-Sebanyak dua orang wanita yang diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) terjaring dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tebo bersama unsur Kecamatan dan kepolisian di wilayah Rimbo Bujang, Senin (16/2/2026) sore.
Operasi tersebut melibatkan Satpol PP Kabupaten Tebo, Camat Rimbo Bujang, personel Polsek Rimbo Bujang, serta perwakilan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Tebo.
Kegiatan ini menyasar sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat praktik prostitusi di wilayah Desa Perintis Jaya.
Kepala Satpol PP Tebo, Richi Saputra, mengatakan bahwa operasi kali ini difokuskan pada penertiban penyakit masyarakat, khususnya praktik prostitusi yang meresahkan warga.
Penindakan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan aktivitas di sejumlah tempat yang diduga menjadi lokasi transaksi seksual.
“Dari beberapa tempat yang kami periksa, terdapat dua wanita yang diduga sebagai PSK dan langsung kami amankan ke Pos Pantau Satpol PP Rimbo Bujang untuk didata dan dilakukan pembinaan lebih lanjut,” ujar Richi.
Ia menjelaskan, Operasi Pekat tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada Kamis malam sebelumnya.
Dalam operasi terdahulu, petugas menyasar sejumlah tempat hiburan malam yang tidak memiliki izin operasional serta beberapa hotel yang diduga kerap menjadi lokasi pelanggaran norma sosial.
Dari hasil operasi sebelumnya, petugas mendapati sejumlah pasangan muda-mudi yang bukan suami istri berada di dalam kamar hotel, serta beberapa wanita pemandu lagu di tempat hiburan malam. Selain itu, petugas juga menyita sejumlah minuman beralkohol dari lokasi yang diperiksa.
Richi menegaskan, kegiatan penertiban ini dilakukan sebagai langkah preventif menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga ketertiban dan ketenteraman masyarakat selama bulan puasa.
“Kami mengimbau seluruh pelaku usaha hiburan malam untuk menghentikan sementara operasional selama bulan Ramadan. Ini demi menjaga suasana yang kondusif dan menghormati umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa,” tegasnya.
Operasi serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkala guna menekan angka penyakit masyarakat di wilayah Kabupaten Tebo.(*)








