LAYARASPIRASI.COM-Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kabupaten Tebo (GEMAKATO) melaksanakan audiensi bersama Badan Keuangan Daerah (Bakeuda).
Audiensi dilaksanakan di Aula Rapat Kantor Bakeuda Tebo, Selasa (31/12/2024) disambut langsung oleh Plt Kepala Bakeuda Romi Candra.
Sejumlah mahasiswa itu mempertanyakan penyebab defisit yang terjadi di Kabupaten Tebo saat ini.
Ketua GEMAKATO Rengki Delfika mengatakan, berdasarkan keterangan Kepala Bakeuda, beberapa OPD yang terdampak, antara lain Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Inspektorat, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Ia menyebut, dari total Rp 23 miliar, Dinas PUPR mencatat angka tunda bayar tertinggi sebesar Rp 21 miliar.
Ia menilai, lemahnya keuangan daerah tersebut, TPP pegawai di lingkup Pemda Tebo pun juga ikut berdampak.
“Tahun ini TPP hanya di bayarkan 75%,”ucap Rengki.
Rengki juga mengingatkan, agar pembayaran tagihan pada tahun 2025 jangan mengganggu APBD yang sudah dijadikan Peraturan Daerah (PERDA) APBD 2025.
Sebab kata dia, keadaan hari ini pemasukan keuangan daerah hanya ditunda bukan tidak dibayarkan.
“Jangan sampai bupati dilantik nanti terhambat merealisasikan visi misi karena harus membayar hutang pemerintah hari ini,”ujarnya.
Ia memastikan bahwa GEMAKATO akan kawal roda pemerintahan agar berjalan sebagai mana mestinya.
Plt Kepala Bakeuda Tebo, Romi Candra mengatakan defisit anggaran ini disebabkan oleh penerimaan yang tidak sepenuhnya diterima oleh Pemkab Tebo
“Sumber pemasukan daerah yang belum masuk itu ada tiga, Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) sebesar Rp 9 milyar, DBH Provinsi sebesar Rp 13 miliar.
Perihal tunda bayar tersebut Romi memastikan bahwa pembayaran tagihan tidak menggunakan sumber APBD 2025, melainkan tetap dengan pemasukan yang di tunda pembayarannya oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat.(*)








