DPRD Tebo Turun Tangan Soal Dugaan Pengeroyokan di SMPN 22

DPRD Tebo soroti dugaan pengeroyokan di SMPN 22

LAYARASPIRASI.COM-Komisi I DPRD Tebo mendatangi SMPN 22 Tebo menyusul dugaan kasus pengeroyokan yang melibatkan siswa kelas IX terhadap siswa kelas VIII.

Peristiwa tersebut dalam beberapa pekan terakhir menjadi sorotan publik.

Ketua Komisi I DPRD Tebo, Yuzep Herman, mengatakan pihaknya telah mendengar penjelasan dan kronologis kejadian dari pihak sekolah.

Namun, persoalan berlanjut setelah salah satu orang tua korban memilih melaporkan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Kami sudah mendengar kronologis dari pihak guru. Tetapi, ada salah satu ibu korban yang tidak menerima dan melapor ke APH. Karena itu, kami akan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum, untuk duduk bersama mencari penyelesaian terbaik,” ujar Yuzep Herman, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, berdasarkan keterangan pihak sekolah, baik korban maupun siswa yang diduga sebagai pelaku sama-sama mengalami tekanan psikologis pascakejadian tersebut.

Anggota Komisi I DPRD Tebo dari Fraksi PKS, Edi Hartono, mengungkapkan kondisi psikologis siswa yang diduga terlibat dalam kasus ini juga cukup memprihatinkan.

“Dari keterangan ibu BP, anak yang diduga sebagai pelaku mengalami trauma dan tekanan mental. Bahkan sempat muncul pikiran untuk mengakhiri hidup,” kata Edi Hartono.

Ia menilai persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele dan harus segera ditangani secara serius agar tidak berdampak lebih luas terhadap kondisi mental para siswa.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Tebo dari Fraksi NasDem, Mursalin, menegaskan pentingnya penyelesaian cepat agar persoalan tidak berkepanjangan dan mengganggu psikologis siswa maupun tenaga pendidik.

“Kami memberikan dukungan moral kepada pihak sekolah karena telah cepat melakukan mediasi antara siswa dan orang tua. Meski demikian, memang ada satu orang tua yang belum berkenan menerima hasil mediasi,” ujarnya.

Komisi I DPRD Tebo berkomitmen mengawal penyelesaian kasus tersebut dengan melibatkan seluruh pihak terkait demi menjaga kondisi psikologis siswa serta menciptakan suasana belajar yang kondusif di lingkungan sekolah.(*)

Pos terkait